Oleh: drahani | Februari 27, 2008

Persediaan Trombosit di Jakarta Menipis

s_rs2_high_thumb.jpgPersediaan Trombosit di Jakarta Menipis

[JAKARTA] Rumah sakit di Jakarta mengkhawatirkan makin menipisnya persediaan trombosit di Palang Merah Indonesia (PMI), terutama menghadapi bertambahnya pasien demam berdarah dengue (DBD).

Menurut Kepala Laboratorium PMI DKI Jakarta Yudiartini kepada Pembaruan, Sabtu (27/1), di Jakarta, meski persediaan saat ini masih cukup, namun PMI membutuhkan pasokan darah baru secepatnya. Hal tersebut dikarenakan kebutuhan utama para penderita DBD adalah trombosit dan hanya dapat dihasilkan dari darah segar yang maksimal diambil empat hingga enam jam sebelumnya.

Saat ini jumlah trombosit yang tersedia mencapai 123 kantong, yaitu trombosit bebas yang belum dimiliki oleh keluarga pasien, di antaranya golongan A sebanyak 31 kantong, golongan B sebanyak 34 kantong, golongan AB sebanyak 26 kantong dan golongan O sebanyak 32 kantong.

PMI sendiri rencananya akan menurunkan 13 unit mobil PMI untuk mengumpulkan darah dari masyarakat. Diharapkan hasil pengumpulan darah itu dapat diolah menjadi trombosit darah.

Menurut Yudiartini, tidak semua penderita DBD membutuhkan trombosit. Pasien yang membutuhkan adalah penderita yang dari hasil pemeriksaan menunjukkan jumlah trombositnya menurun hingga 50.000.

Menggalang Donor

Sementara itu, Ketua Persatuan Donor Darah Indonesia Adang Daradjatun mengatakan, organisasinya akan menggalang aksi donor darah massal untuk meningkatkan pasokan darah segar. “Minggu (28/1) besok kami akan mengadakan donor darah massal di Ancol,” ungkapnya.

Minimnya persediaan darah juga terjadi di Bogor. Dari informasi yang dikeluarkan bank darah di Bogor, dengan kondisi pertambahan pasien DBD seperti sekarang ini, persediaan darah hanya untuk dua hari ke depan. Karena itu, perlu dilakukan aksi donor darah massal agar pasokan darah segar, khususnya trombosit tersedia dalam jumlah aman, jelas Yanti, staf bank darah PMI Bogor.

Jumlah pasien demam berdarah di Jakarta dan sekitarnya terus meningkat. Sejak awal Januari hingga akhir pekan ini tercatat 1.502 penderita. Di Kabupaten Bogor, jumlahnya mencapai 400 orang, 13 di antaranya meninggal dunia.

Sementara di Jakarta, korban yang meninggal dunia delapan orang. Di Kabupaten Bogor, sejak awal Januari sudah 13 orang yang meninggal akibat DBD.

Kepala Bidang Pencegahan, Pemberantasan Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P2PKL) Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Eulis Wulantari menyebutkan, pasien DBD juga tersebar di beberapa Puskesmas yang memiliki ruang perawatan. Kondisi tersebut membuat Kabupaten Bogor nyaris masuk kategori kondisi luar biasa DBD.

Jauh Berkurang

Namun berbeda dengan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, yang mengungkapkan, jumlah penderita demam berdarah dengue (DBD) di seluruh Indonesia selama Januari ini jauh berkurang dibanding periode yang sama tahun lalu. Selama Januari ini, jumlah penderita DBD kurang dari 3.000 orang, sedangkan di tahun sebelumnya mencapai 19.000.

“Biasanya pada Januari terjadi puncak DBD, tetapi sekarang ini sudah jauh menurun. Tetapi kita tidak boleh mengatakan ini jumlah yang sedikit. Masyarakat dan pemerintah daerah harus tetap waspada,” katanya, Jumat, di Jakarta.

Berdasarkan data dari Pusat Komunikasi Publik Departemen Kesehatan, sampai pekan ketiga bulan ini, jumlah penderita DBD di seluruh Indonesia mencapai 2.270 orang, 17 di antaranya meninggal dunia. Sementara di periode yang sama tahun lalu, jumlah penderita mencapai 18.929 orang, 192 di antaranya meninggal dunia. Saat ini penderita DBD terbanyak di DKI Jakarta dengan 968 kasus. [L-11/A-22/A-16]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: