Oleh: drahani | Maret 5, 2008

70% Pembiayaan Syariah ke UMKM

Ada berbagai strategi yang disiapkan Bank Indonesia (BI) untuk mencapai target aset syariah hingga 5 persen di akhir 2008. Di antaranya evaluasi, edukasi, pengembangan aliansi strategis, penggalangan BUMD dan BUMN, pengembangan SDM, pengawasan, dan pemberian reward.

Direktorat Perbankan Syariah BI Dhani Gunawan Idat mengatakan, perlu evaluasi untuk meningkatkan aset syariah. “Apakah masih ada yang belum dilaksanakan atau ada yang salah dalam pelaksanaan sistem perbankan syariah. Selain itu, kami juga akan mengedukasi pelaku dan pengguna layanan syariah akan keunggulan perbankan syariah, salah satunya melalui Festival Ekonomi Syariah ini,” katanya saat ditemui usai Seminar Ekonomi Syariah yang bertemakan Menuju Kalimantan Timur Sejahtera bersama Ekonomi Syariah di Kantor BI Balikpapan.

Dhani menambahkan, guna pengembangan SDM, BI akan memberi subsidi untuk pelatihan 350 orang yang disiapkan sebagai manager-manager siap pakai untuk menggerakkan perekonomian syariah.

Berdasarkan data 2007, penghimpunan dana yang dilakukan perbankan syariah mencapai Rp 28 triliun, sedangkan untuk pembiayaan sebesar Rp 27 triliun, yang mana sekitar 70 persen dari pembiayaan tersebut digunakan untuk kredit UMKM. “Dari hasil data tersebut, jadi Financing to Deposit Ratio mencapai 94 persen,” jelasnya.

Selain itu, Dhani juga memaparkan beberapa kendala dalam pengembangan perbankan syariah di Indonesia, yaitu permodalan dan aturan-aturan pajak. “Oleh karena itu, dalam pengembangannya, diperlukan sinergi antarbank syariah dan menjauhkan dari persaingan yang tidak sehat,” katanya.

Di Balikpapan saat ini 4 bank syariah yang telah beroperasi, yakni Bank Muamalat, Bank Syariah Mandiri, Bank Negara Indonesia Syariah, dan Bank Rakyat Indonesia Syariah.

Pada 2007, aset perbankan syariah Balikpapan mencapai Rp 306 miliar, mengalami pertumbuhan sebesar Rp 94 miliar (44,25 persen) dibandingkan akhir 2006. Dana pihak ketiga juga mengalami pertumbuhan sekitar Rp 75,5 miliar (42,19 persen), di mana pada akhir 2007 mencapai Rp 254,5 miliar.

Sedangkan untuk pembiayaan meningkat sebesar Rp 95,1 miliar (49,72 persen) yang realisasinya mencapai Rp 286 miliar. Sementara itu, financing to deposit ratio (FDR) mencapai 112,54 persen dan non performing financing sebesar 1,37 persen


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: