Oleh: drahani | Maret 5, 2008

About Me

Ketajaman daya nalar dan wawasan intelektualnya sempat dikemas oleh Ahani dalam sebuah proposal Konsep Gagasan yang ia ajukan ke Pak Amien Rais sebagai sebuah masukan. Apakah konsep itu sampai atau tidak bukan masalah bagi Ahani. Yang pasti dirinya punya kesiapan apabila dipercaya jadi konseptor oleh pemimpin-pemimpin yang akan datang.

Kepedulian Ahani terhadap situasi yang terjadi hari ini, bermula dari keprihatinannya terhadap perkembangan bangsa, yang dirasakan semakin sulit terutama di kalangan rakyat biasa. Biaya hidup yang semakin tinggi juga biaya pendidikan yang begitu mahal seakan terus menambah beban mereka, sementara penghasilan mereka tidak mengalami peningkatan yang berarti. Bahkan Pria yang menyelesaikan pendidikan kedokterannya tahun 1978 ini, membayangkan betapa besarnya biaya pendidikan pada masa yang akan datang. “Untuk masuk kedokteran yang resmi saja membutuhkan biaya 25 juta, apalagi yang tidak resmi. Anak saya belum tentu bisa menyekolahkan cucu-cucu saya masuk spesialisasi kedokteran, seperti saya. Apabila kuliah hanya bisa dijangkau oleh orang kaya, pengusaha, bagaimana bisa mengobati orang yang susah” paparnya penuh tanda Tanya.

Menurut Ahani Indonesia adalah Negara yang kaya raya, akan tetapi tidak dikelola dengan baik, sehingga yang terjadi adalah kesulitan demi kesulitan hidup yang dirasakan oleh masyarakat. Hal ini tidak terlepas dari aspek kepemimpinan yang menurutnya sangat menentukan kemana gerbong negeri ini mau dibawa. Paling tidak kriteria pemimpin yang diinginkannya adalah: (1) harus seorang laki-laki sesuai dengan perintah Allah, (2) amanah yakni mau memperjuangkan kepentingan pemilih (yang dipimpin), bukan kepentingan pribadi atau kelompok, (3) yang mampu membuat kemajuan dan pembaharuan untuk masyarakat yang memilih, (4) selalu bersilaturahim terhadap sesamanya. Selama ini kita belum mempunyai pemimpin yang demikian.

Wawasan POLEKSOSBUDOK

Poleksosbudok adalah singkatan dari Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya dan Kedokteran. Wawasan poleksosbudok yang seringkali menjadi tema diskusinya, tidak terlepas dari peristiwa politik yang dialaminya serta keikutsertaanya aktif dalam organisasi perjuangan pada tahun 66 an. Walaupun masih duduk di bangku SMP, Ahani aktif di KAPI yang bertugas sebagai mata-mata. Kegiatan demo selalu ia ikuti, dan selalu berada di posisi depan. Bahkan ia pernah ikut demo di depan istana menghadapi pasukan Cakrabirawa. Dan peristiwa-peristiwa masa lalu itulah yang mempengaruhi haluan pemikiran, dan jalan hidup Ahani sampai kini. Tidak heran kalau hari ini ia masih terlibat aktif dalam KPPRI (Kesatuan Penerus Perjuangan Republik Indonesia) Pusat sebagai salah satu Ketua.

Konsep politik dalam pandangan pria yang memiliki motto ‘menggunakan setiap detik kehidupan untuk menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya dalam mencari ridlo Allah untuk menjadi penghuni surga’, adalah demokratis, kekeluargaan, kebersamaan, dan tidak ada subjek dan objek. Kalau ada objek dan subjek itu adalah demokrasi liberal. Sedangkan demokrasi yang kita anut adalah demokrasi Pancasila.

Menurut ayah dari 2 orang anak ini sebenarnya Pancasila itu bisa dikerucutkan menjadi 3; Nasional, Agama, Sosialis. Nasionalis itu gabungan dari kebangsaan dan persatuan. Sedangkan Ketuhanan Yang Maha Esa itu adalah agama, perikemanusiaan dan keadilan social adalah sosialis. Nasional-Agama-Sosialis dikerucutkan lagi menjadi satu yaitu Sosialisme yang berdasarkan agama atau Sosialistis-Religius. Menurutnya yang disebut dengan agama itu yang memiliki kitab suci, sedangkan di dunia ini yang punya kitab suci ada tiga yaitu Injil,. Jabur, dan Taurat. Sedangkan di Indonesia ada dua: Injil dan Al-qur’an, yakni Islam dan Nasrani. “Sekarang agama apa yang ketuhanannya berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa? Ya Islam. Jadi yang sosialistis-religius itu milik orang Islam. Salah sekali kalau Islam itu dipertentangkan dengan Pancasila, karena Pancasila itu milik orang Islam”. Demikian sesalnya.

Pandangannya tentang ekonomi, Ahani mengajukan konsep ekonomi kebersamaan atau equalisme. Dimana teori ekonomi itu tidak berorientasi pada profit tapi pada total loss control atau mencegah kerugian secara menyeluruh. Jadi mencegah kerugian di segala bidang dan akhirnya keuntungan yang didapat. Dan sesungguhnya konsep ekonomi equalisme ini, telah tercantum dalam UUD 45. Walaupun dalam pelaksanaannya masih jauh panggang dari api. Jika dibandingkan dengan Jepang yang juga menganut sistem ekonomi berdasarkan kekeluargaan, maka pelaksanaanya jauh lebih baik dari Indonesia. Kalau di Jepang bila bekerja di suatu perusahaan, akan bekerja sampai pensiun, lain dengan di Indonesia perpindahan pekerja dari satu perusahaan ke perusahaan lain sangat tinggi karena tidak mempunyai rasa memiliki. Bahkan mengenai perbandingan gajipun di Indonesia begitu tajam, bisa 1 berbanding 200, artinya jika yang tertinggi gajinya 100 juta maka yang terendah 500 ribu. Sedangkan di Amerika yang notabene menerapkan sistem eknomi kapitalis perbandingan gaji hanya berkisar 1 berbanding 10, jika yang tertinggi gajinya 200 juta maka yang terendah 20 juta. Demikian tutur pria yang lahir tahun 1952

Prinsip ekonomi yang diyakini oleh pria yang dilahirkan di Jakarta ini adalah prinsip ekonomi Islam (syariah). Diantara prinsip-prinsip tersebut adalah:

  1. Jangan mengambil untung terlalu besar
  2. Jangan mengurangi timbangan
  3. Jangan berbuat curang.
  4. Jangan memberikan dua harga
  5. Harus berlaku adil.

Pandangannya terhadap Konsep Sosial, pria yang menjadi Ketua Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Cabang Bogor ini mengusulkan untuk dibentuknya konsep masyarakat Madani, dimana pemimpinnya dapat menjalankan amanah, dan rakyatnya disiplin menjalankan kewajiban di jalan Allah, yang dibalut oleh kebersamaan dan kekeluargaan yang Islami dan saling tolong menolong.

Konsep budaya yang diingini oleh pria yang turut serta mendirikan organisasi Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Cabang Bogor ini, lebih cenderung kepada konsep Islam. Budaya yang dibolehkan dalam ajaran Islam itu adalah budaya yang diridloi Allah, bukan budaya yang seronok yang mengumbar hawa nafsu. Contohnya dalam musik, Kalau musik itu mengajak orang untuk lupa diri, dilarang. Maka nasyid lebih islami. Karena lagu yang memuji-muji orang sebenarnya tidak boleh, memuji-muji itu harus kepada Allah. Dalam Nasyid atau kosidahan liriknya lebih mengagungkan Asma Allah.

Di bidang kedokteran yang telah digelutinya selama lebih dari 29 tahun ini, putra ke 3 dari 7 bersadara hasil perkawinan R Kosim dengan Ratnamoh punya konsep ilmu kedokteran yang merupakan gabungan dari ilmu kedokteran yang memakai teori Issac Newton berdasarkan energi kimiawi dengan ilmu kedokteran yang memakai teori Albert Einstein yang berdasarkan gelombang elektromagnetik. Kalau teori kedokteran lama yang berdasarkan energi kimiawinya Issac Newton menyatakan bahwa awal dari kelainan penyakit itu dimulai dari terbentuknya protein di dalam plasma sel yang salah sehingga menjadi sumber penyakit. Sedangkan teori kedokteran gelombang elektromagnetiknya Einstein menyatakan “awal penyakit dimulai dari lompatan electron dari satu atom ke atom lain. Apabila elektron itu tidak kembali ke atom semula sehingga atom semula mengambil electron lain, yang menyebabkan terjadi kaskade kelainan susunan atom merupakan awal dari penyakit. Misalnya hipertensi akibat dari atom kalsium, diabetes itu akibat dari loncatan electron dari atom yang membentuk molekul-molekul sel pembuat insulin sel pembentuk reseptor insulin.

Sebenarnya ilmu kedokteran modern adalah gabungan keduanya. Teori Einstein dalam dunia medis didapat Ahani dari pakar biofisika adalah teori kekekalan energi yaitu energi sama dengan mC (E=mC²). Dalam penanganan medis melalui teori kedokteran gelombang elektromagnetik ini, dia punya pengalaman ketika ada satu pasien yang disuntik begitu jarumnya dicabut langsung jatuh. Kalau reaksi itu merupakan reaksi kimiawi tidak secepat itu. Peristiwa itu bisa diterangkan, bila yang bekerja itu gelombang electromagnet yang terpusat pada god spot di otak demikian pula mekanisme pada pengobatan tradisional seperti tenaga dalam. Cuma bedanya tenaga dalam berdasarkan pengalaman turun temurun. Sedangkan teori Einstein berdasarkan teori medis. Demikian papar pria yang warna kesukaannya hijau ini.

Hikmah dari Pengalaman Hidup

Perjalanan hidup pria yang menikahi Sriwidiastuti tahun 1981 ini, sarat dengan perenungan tentang makna hidup. Dia selalu merenungkan tentang apa artinya hidup ini, apa tujuan hidup. Maka tidak heran ketika lulus dari SMAN I Budi Utomo Jakarta tahun 1971, ia memutuskan untuk masuk Fakultas Kedokteran UI tahun 72, dengan alasan bahwa di Fakultas Kedokteran dapat memenuhi kebutuhannya mencari rahasia hidup. Seperti kebanyakan orang bahwa kepribadian seseorang sangat dipengaruhi oleh perjalanan hidupnya. Ahani mengalami hal serupa termasuk keputusan untuk mendalami dunia kedokteran, yang telah mempengaruhi jalan pikiran dan pandangannya sampai hari ini.

Sebelum mengambil spesialisasi penyakit dalam, setelah selesai menempuh pendidikan dokter, Ahani bekerja di KHI (Krakatau Hoogovens International Pipe Industries) di Cilegon selama 5 tahun. Baru kemudian memutuskan untuk mengambil spesialisasi. Tetapi hobi membacanya telah menambah wawasan pengetahuan terhadap masalah manajemen, dan ekonomi, yang akhirnya dituangkan dalam sebuah tulisan dengan tema Ekonimi Kebersamaan (equalisme), namun belum sempat dipublikasikan. Setelah menyelesaikan Pendidikan Spesialisasi Penyakit Dalam di FKUI tahun 1990, ia ditempatkan di RS PMI bogor tahun 91 sampai sekarang.

Semangat juang pria yang membuka Klinik Layanan Obesitas-Diabetes-anti Aging terpadu tidak pernah luntur. Kecintaannya terhadap NKRI diwujudkannya dengan bergabung di Kesatuan Penerus Perjuangan RI di Departemen Cendekiawan tahun 96. Waktu itu Ketua Umumnya Mayjen. Supardi mertuanya Aburizal Bakri. Misi dari KPPRI ini adalah mempertahankan UUD 45 dan Pancasila supaya dijalankan secara murni dan konsekwen. Dia meyakini dengan izin Allah bila kita melaksanakan misi tersebut negara ini akan kuat dan sejahtera.

Dari pengalaman perjalanan hidupnya, Ahani mendengar dan melihat berbagai fenomena yang terjadi. Dan ini telah memberikan kesimpulan pada dirinya bahwa sesungguhnya kehidupan manusia itu mempunyai tiga pase: pertama adalah pase spiritual ketika manusia ada di alam ruh yang masuk ke dalam janin pada usia janin 100 hari. Dikatakannya setelah manusia melakukan ijab-kabul untuk lahir kedunia, manusia ini ruhnya masuk ke dalam janin dalam kandungan. Pase kedua adalah pase kehidupan di dunia yang mempunyai hak alternatif apakah mau memilih yang kotor atau bersih. Sedangkan pase ketiga adalah kembalinya manusia kealam akhirat untuk mempertanggungjawabkan seluruh perbuatannya di dunia untuk masuk ke dalam surga atau neraka.

Menurut pandangannya manusia itu lahir dalam keadaan suci dan hanya memiliki modal ruh dan ID (insting) seperti keinginan untuk menetek. Pada perkembangan manusia selanjutnya ID akan berkembang menjadi HP axis, yaitu sumbu dari otak ke kelenjar di ginjal dan menjadi God Spot suatu medan magnet (bio fisika). Dalam perkembangannya manusia lebih banyak HP Axisnya cirinya kalau ada yang menstimulir untuk marah maka muka merah, dan tensi naik. Sedangkan God Spot adalah titik Tuhan. Kalau orang lebih banyak menggunakan God Spot sesuai dengan kehendak Tuhan yang terdapat dalam Kitab Suci dengan perbandingan 80 % God Spot dan 20 % HP Axis, mereka akan sehat dan suci. Sedangkan jika lebih banyak menggunakan HP axis ( titik setan) maka akan terjadi penyempitan pembuluh darah, obesitas, diabetes, hipertensi, struk, kerusakan ginjal dan serangan jantung, sehingga manusia tersebut cepat tua bahkan bisa meniggal dunia usia muda.

Kiat Sukses dan Harapan untuk Indonesia

Kesuksesan yang diraih oleh profil yang satu ini tidak terlepas dari kiat-kiat yang dimilikinya, antara lain: a. meningkatkan dan mengembangkan kualitas unggulan dan kemampuan selama hidup, b. menjaga kepercayaan mitra usaha, c. berniat dan berbuat baik dengan sesama manusia dalam bertransaksi dan berkomunikasi selama hidup, d. dalam berbuat dan berusaha selalu mencari ridla Allah dengan mencari yang halal.

Untuk membangun Indonesia menjadi Negara yang besar, maju dan modern sehingga bisa disejajarkan dengan negera-negara lain di dunia, Ahani mengajukan beberapa saran yang positif dan konstruktif. Pertama kita harus meningkatkan kepercayaan di mata dunia, kedua meningkatkan dan mengembangkan unggulan-unggulan baik dari SDM maupun dari SDA, ketiga mata uang sebaiknya menggunakan emas dan perak untuk menghindari pemalsuan. Karena modal untuk membuat uang emas sama dengan nilai emas itu sendiri, berbeda dengan uang kertas jika harga kertas itu 1000 rupiah tetapi nilai mata uangnya jadi 100 ribu rupiah, ini rentan untuk dipalsukan. Keempat pajak harus adil seperti zakat. Kelima hukum sebagai panglima harus dilaksanakan secara tegas tanpa pilih bulu atau tebang pilih. Keenam mata uang rupiah hanya berlaku di Indonesia, seperti mata uang ringgit yang hanya berlaku di Malaysia. Ketujuh pengawasan ketat terhadap valuta asing, misalnya uang valuta asing keluar-masuk Indonesia harus dibatasi dan diawasi ketat. Kedelapan berantas pola hidup konsumtif diganti dengan pola hidup produktif

Untuk yang disebut terakhir ini, Ahani meyakini jika pola hidup konsumtif bisa dihilangkan atau minimal diminimalisir, maka tidak akan ada korupsi. Kenapa orang korupsi? Karena orang menginginkan sesuatu yang harganya melebihi dari penghasilannya. Dalam hal ini ia mengajak belajar pada seorang Park Chung Che mantan Presiden Korea Selatan yang social-liberalis tahun 60 an yang membuat satu kebijakan tidak boleh ada mobil yang lebih bagus dari tipe corolla. Apa bedanya naik mobil corolla dengan jaguar? Selama ini orang hanya berpikir prestise, dan mengumbar nafsu. Ini tampak dari tidak kunjung ditetapkannnya Rancangan Undang-undang Anti Pornoaksi dan Pornografi oleh bapak-bapak yang terhormat anggota DPRRI. Jadi memberantas korupsi itu bukan hanya dengan menangkap para pelakunya saja, tapi juga dengan menghilangkan pola hidup yang konsumerisme.

berdasarkan Naskah yang dimuat oleh Pusat Profil Muslim Indonesia

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: