Oleh: drahani | Maret 5, 2008

Bahaya pada Kehamilan

Jangan anggap enteng placenta praevia. Menurut dokter, kondisi ibu hamil dengan letak plasenta  menutupi jalan lahir termasuk kehamilan berisiko tinggi.

Tidak Bisa Dirasakan

Kehamilan pada setiap orang memang berbeda. Ada calon ibu yang memiliki banyak keluhan, ada juga yang merasa tidak punya masalah sedikit pun. Tapi kadangkala, meski tidak menunjukkan gejala apa pun bukan berarti bebas dari masalah, karena hampir 80% ibu hamil yang menderita placenta praevia justru mengira kehamilannya aman-aman saja.

Deteksi Sejak Dini

Ada tiga tipe placenta praevia yang dibedakan menurut gradasinya. Ada yang plasentanya menutupi seluruh jalan lahir, disebut placenta praevia totalis. Jika plasentanya hanya menutupi sebagian jalan lahir disebut placenta praevia partialis. Jika plasenta hanya sedikit menyentuh mulut rahim disebut plasenta marginalis. Setiap kehamilan yang mengalami placenta praevia bisa dipastikan harus melahirkan melalui proses operasi. Pada kasus tertentu ada suatu kondisi dimana plasenta terletak di bawah dan tidak sampai  menyentuh mulut rahim. Kondisi demikian disebut plasenta letak rendah dan masih ada kemungkinan calon ibu melahirkan normal.

Menurut Dr. Ivan R Sini, MD FRANZCOG GDRM SPOG, dari Rumah Sakit Bunda, Jakarta Pusat, hingga kini dunia medis pun belum dapat mengetahui penyebab dari perpindahan letak plasenta hingga menutupi jalan lahir. Begitu juga dengan cara mengembalikan letaknya ke posisi normal. Cara-cara ‘tradisional’ seperti bersujud atau mengepel lantai sekalipun, tidak berpengaruh pada kondisi placenta praevia. “Tidak ada cara lain untuk mengatasi plasenta praevia kecuali dengan mendeteksinya sejak dini,”kata Dr. Ivan. “Memang pada masa implantasi (masa dimana ari-ari menempel pada janin) pada ibu hamil, sekitar 2 % letak plasentanya berada di bawah. Tapi itu masih bisa berubah lagi,”kata Dr. Ivan. “Oleh sebab itu ada masa-masa penting bagi ibu untuk melakukan USG, yaitu pada usia kandungan 18-20 minggu. Saat melakukan USG sekalian juga periksa dimana letak plasentanya, jadi jika dari awal kita bisa waspada jika letak plasentanya ternyata di bawah, “tambah Dr. Ivan.

Caesar, Satu-satunya Jalan

Pada masa kehamilan 32-36 minggu, sebaiknya dilakukan USG lagi. Ini adalah waktu final, dimana letak plasenta tidak mungkin berpindah lagi. Jika kondisinya demikian, maka operasi caesar menjadi satu-satunya pilihan.

Operasi caesar pada kehamilan dengan kondisi placenta praevia relatif aman, namun ada beberapa situasi pada ibu yang membuat operasi jadi berisiko, yaitu: faktor umur, merupakan kehamilan kedua dengan placenta praevia dan telah mempunyai banyak anak.

Bagi para calon ibu yang sedang hamil, yang penting adalah tahu kapan harus pergi ke dokter. Terutama jika terjadi pendarahan yang tidak disertai rasa nyeri. Placenta praevia sebaiknya diwaspadai, meskipun Anda mungkin tidak merasakannya dan masih bisa beraktivitas seperti biasa.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: