Oleh: drahani | Maret 5, 2008

Indonesia – Australia Rintis Kerja Sama Pengelolaan Perikanan

Indonesia-Australia merintis jalinan kerja sama dalam upaya meningkatkan pengelolaan sumberdaya perikanan secara arif, khususnya di perairan yang berbatasan dengan berbagai negara.

“Model kerja sama yang dirintis Indonesia-Australia oleh Organisasi Pangan Sedunia (FAO) selanjutnya dikembangkan sebagai model pengelolaan perikanan yang bertanggung jawab,” kata Direktur Jenderal Pengawasan dan Pengendalian Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Departemen Kelautan dan Perikanan Dr Ir Aji Sularso, MMA di Nusa Dua, Bali Selasa.

Ia mengatakan hal itu didampingi Peter Casselles, Dirjen Departemen Pertanian, Perikanan dan Kelautan Australia selesai acara pembukaan pertemuan tingkat pejabat senior serta “Workshop on MCS to Support the Implementation of the Regional Plan of Action (RPOA) on Promoting Responsible Fishing Practices including Combating IUU (Illegal Unreported and Unregulated) Fishing in the Regional” yang berlangsung selama tiga hari, 4-6 Maret 2008.

Ia mengatakan, Indonesia sebagai negara berdaulat memiliki kewajiban untuk secara aktif melakukan penanggulangan IUU Fishing di tingkat nasional, regional dan internasional.

Untuk itu Indonesia berinisiatif menggalang kerja sama regional dengan negara-negara yang memiliki perbatasan laut dengan Cina Selatan, Laut Sulawesi dan laut Arafura.

Kerja sama tersebut untuk mewujudkan praktek penangkapan ikan yang bertanggung jawab dan memerangi IUU Fishing.

Aji Sularso menambahkan, salah satu upaya tersebut dengan menyelenggarakan pertemuan regional tingkat pejabat senior dan menteri beberapa waktu lalu dan berhasil merumuskan kesepakatan regional yang pertama di dunia yakni “Regional Plan of Action (RPOA) on Promoting Responsible Fishing Pratices Including Combating IUU Fishing in the region” yang telah disepakati oleh sebelas negara.

Sebagai langkah implementasi RPOA tersebut Indonesia menyelenggarakan pertemuan tingkat pejabat senior di Malaysia dan Workshop di Bangkok tahun 2007. Kedua pertemuan tersebut berhasil membahas isu-isu terkait dengan upaya penanggulangan IUU Fishing.

Selain itu merumuskan aksi prioritas implementasi RPOA dan agenda implementasi RPOA dan salah satu kegiatannya pertemuan kali ini di Bali yang melibatkan pejabat senior utusan dari sebelas negara.

Kesebelas negara tersebut meliputi Australia, Brunei Darissalam, Kamboja, Pilipina, Malaysia, Papua Nugini, Singapura, Thailand, Vietnam, timor Leste dan tuan rumah Indonesia.

Pertemuan tersebut untuk mengimplementasikan RPOA melalui pengembangan “Fisheries monitoring control and surveillance (MCS) sistem”, ujar Dirjen Aji Sularso.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: