Oleh: drahani | Maret 5, 2008

Mengenal Diabetes Gestasional

imagesjh.jpgDiabetes gestasional adalah tipe diabetes yang terjadi pada wanita yang sedang hamil. Biasanya timbul di trimester kedua (minggu ke 24-28) dan akan berakhir pada saat bayi lahir. Diabetes ini disebabkan karena tubuh si penderita tidak dapat menggunakan gula (glukosa) dalam darah dengan normal, sehingga kadar gula darah lebih tinggi dari seharusnya.

Saat hamil, plasenta berperan untuk memenuhi semua kebutuhan janin. Yang membantu pertumbuhan janin adalah hormon dari plasenta, namun hormon-hormon ini juga mencegah kerja insulin dalam tubuh si calon ibu. Problema inilah yang disebut dengan resistensi insulin atau kebal insulin. Resistensi insulin membuat tubuh ibu sulit untuk mengatur kadar gula darah. Padahal tanpa cukup insulin, glukosa tidak dapat diubah menjadi energi. Akibatnya glukosa menumpuk di dalam darah sehingga kadar gula dalam darah menjadi tinggi.

Untuk mengetahui apakah Anda mengidap diabetes atau tidak, bisa dikenali dari gejalanya. Misalnya mudah lapar dan haus, sering buang air kecil (bahkan sebelum memasuki trimester kedua), infeksi vagina, dan peningkatan tekanan darah. Bila gejala-gejala ini Anda alami, segeralah periksa kadar gula darah. Selain itu, bila Anda termasuk orang yang berisiko tinggi terhadap diabetes (yaitu mengalami obesitas, hamil di usia 30 tahun atau lebih, dan memiliki sejarah keturunan diabetes), sebaiknya Anda segera memeriksakan diri setelah mengetahui diri Anda hamil.

Pengaruh Diabetes Pada Janin

Bersama dengan nutrisi, kandungan glukosa dalam darah Anda akan ditransfer ke janin melalui plasenta. Bila janin mendapatkan glukosa lebih dari yang ia butuhkan untuk pertumbuhannya, glukosa akan disimpan dalam bentuk lemak. Akibatnya, janin Anda akan menjadi gemuk dan beratnya bisa mencapai lebih dari empat kilogram. Risiko yang dihadapi oleh sang ibu, janin dengan berat badan berlebih akan menimbulkan kesulitan saat persalinan nanti. Kemungkinan besar Anda perlu diepisiotomi atau operasi caesar. Kadangkala, bayi yang kelebihan berat badan harus dilahirkan lebih awal (prematur) saat sistem kekebalannya belum sempurna.

Risiko lain yang mungkin terjadi, akibat tingginya kadar gula darah si janin, pankreasnya akan membentuk insulin sendiri. Insulin ini akan membuat bayi lahir dalam keadaan gula darah terlalu rendah (hipoglikemia). Di kehidupannya nanti, bayi yang lahir dengan kelebihan insulin cenderung tumbuh menjadi anak dengan berat badan berlebih serta memiliki risiko mengidap diabetes tipe 2.

Mengobati Diabetes

Jika ketika didiagnosa Anda mengidap diabetes tapi masih dalam kategori awal, Anda masih punya banyak kesempatan untuk mengatasinya. Dokter akan memberikan resep obat untuk mengendalikan kadar gula darah, atau bila perlu, disuntik insulin secara rutin. Sebenarnya, cara terbaik untuk menekan pengaruh buruk diabetes gestasional adalah diet, olahraga teratur, dan memonitor kadar gula darah.

Anda juga perlu mengindari makanan yang mengandung gula sederhana seperti kue, permen, atau es krim. Ganti camilan Anda dengan buah atau kismis. Pasta, roti, kentang dan nasi adalah sumber karbohidrat dan glukosa yang tetap baik bagi Anda dan janin. Anda hanya perlu mengurangi porsinya saja.

Olahraga bisa menekan kadar gula darah Anda dan bisa membuat Anda lebih segar. Anda bisa mengukur kekuatan dan gaya hidup Anda sendiri untuk menentukan olahraga apa yang Anda pilih. Mulai dari jalan kaki sampai berenang, selama Anda menikmatinya, silakan lakukan.

Agar kandungan Anda aman, lakukan dengan bertahap, 5-10 menit per hari menuju 30 menit per hari. Ukur detak jantung Anda, jangan sampai lebih dari 140-160 detak per menit. Jika Anda pusing, nyeri, atau sakit punggung, berhentilah. Hubungi dokter bila terjadi pendarahan, kram perut, atau pecah ketuban.

Diabetes Setelah Melahirkan

Dua bulan setelah melahirkan, Anda perlu memeriksakan kembali kondisi diabetes gestasional Anda. Meski diabetes ini berakhir setelah bayi lahir, Anda memiliki risiko tinggi untuk menderita diabetes pada kehamilan berikutnya. Pada saat usia lebih lanjut, Anda juga berisiko mengidap diabetes tipe 2. Inilah mengapa Anda perlu meneruskan pola makan yang sehat, olahraga teratur, dan pemeriksaan kesehatan berkala.

Mitos & Fakta Soal Diabetes

Mitos: Mengonsumsi banyak gula menyebabkan diabetes.

Fakta: Diabetes disebabkan oleh kombinasi genetik dan gaya hidup. Tetapi orang yang mengalami obesitas rentan terhadap diabetes. Untuk itu, Anda tetap perlu membatasi asupan gula dan rajin olahraga.

Mitos: Penderita diabetes lebih rentan terhadap penyakit.

Fakta: Penderita tidak lebih rentan terhadap. Tetapi bila penderita diabetes terluka dan berdarah, luka tersebut perlu waktu lebih lama untuk sembuh.

Mitos: Penderita diabetes perlu mengonsumsi makanan khusus.

Fakta: Penderita diabetes hanya perlu mengubah diet mereka menjadi lebih sehat, rendah lemak, garam, dan gula. Selama Anda bisa mengatur apa yang Anda konsumsi, Anda tidak perlu membeli makan khusus.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: