Oleh: drahani | Maret 5, 2008

Merekayasa agar Panjang Umur

Amerika pada 2015 nanti, mencanangkan usia harapan hidup mereka mencapai 125tahun.

Siapa yang tidak ingin diberi panjang umur? Tapi, siapa pula yang mau diberi usia panjang, kalau hidupnya tidak berkualitas, sakit-sakitan, dan harus menghabiskan sisa hidupnya dengan terus terbaring di atas ranjang. Tentu yang diinginkan semua orang adalah memiliki usia panjang, namun dengan kualitas hidup yang baik, tetap sehat dan produktif di hari tua.

Untuk bisa hidup seperti itu sebenarnya tidak sulit, asalkan mau mengatur dan memperhatikan gaya hidup. Namun, orang Indonesia umumnya sangat lemah dalam mengatur gaya hidup itu, sehingga banyak menghadapi masalah di hari tuanya. Walau usia harapan hidup orang Indonesia hanya 65 tahun, namun tidak sedikit yang mencapai usia sampai 80 tahun. Tapi, hanya sedikit yang mengimbanginya dengan hidup di hari tua yang lebih baik.

Berbeda dengan orang di negara Barat yang memiliki usia harapan hidup sampai 85 tahun dan di usia itu mereka masih tetap energik. Amerika dan Eropa memiliki usia harapan hidup 85 tahun, sedangkan Jepang memiliki usia harapan hidup 80 tahun. Bahkan, Amerika pada 2015 nanti, mencanangkan usia harapan hidup mereka mencapai 125 tahun. Lalu, mengapa orang Indonesia hanya memiliki usia harapan hidup sampai 65 tahun?

Bagaimana merekayasa umur agar bisa lebih panjang dan hidup lebih berkualitas, menurut Prof Dr Wimpie Pangkahila SpAnd FAACS, kuncinya adalah dengan mengatur gaya hidup. Dengan mengatur gaya hidup hambatan-hambatan yang menimbulkan gangguan kesehatan dan membuat orang lebih cepat tua dan umur menjadi pendek harus dihilangkan. Menurut Guru besar serta ahli andrologi dan seksologi Universitas Udayana Denpasar itu, orang-orang Barat sudah bisa mengatur gaya hidup mereka dan sekaligus merekayasa agar panjang umur.

Dalam acara ”Talk Show Anti Aging Today” yang diselenggarakan Victus Life-Spa and Longevity Insitute, akhir pekan lalu, Wimpie mengemukakan, untuk panjang umur seseorang harus memperhatikan gaya hidup sehat, yakni memiliki jadwal olahraga yang teratur, istirahat cukup, dan memilih makanan yang sehat. Yang juga penting adalah melakukan pemeriksaan secara teratur dan berkala. ”Jangan menunggu sampai muncul keluhan baru datang memeriksakan diri. Ini tidak betul,” kata Wimpie.

Ahli nutrisi FK Unud, Dr Gde Ngurah Indraguna Pinatih MSc, Akp menyebutkan, saat ini hampir semua sayuran, buah-buahan yang dikonsumsi manusia mengandung pestisida, begitu juga jamu-jamuan yang dibuat dengan campuran obat kimia. Bahan makanan seperti itu lanjutnya, bisa memperpendek umur dan mempercepat proses penuaan.

Dikatakannya, agar hidup bisa sehat, hendaknya kita bisa selektif memilih makanan yang bebas dari bahan-bahan makanan yang mengandung racun. Secara umum, pilihlah bahan makanan yang memiliki nutrisi dan gizi yang cukup dan segera berkonsultasi ke dokter apabila menghadapi keluhan. Kalau ingin sehat dan panjang umur, mulai sekarang atur pola makan menjadi lebih teratur.

Acara yang diikuti sekitar 50 peserta dari kalangan praktisi kesehatan, wartawan, dan peserta umum. Talk show itu dimaksudkan memberikan pengertian kepada para peserta tentang konsep kedokteran antipenuaan, serta mengenai sebab-sebab penuaan dan cara merekayasanya.

Program anti-aging sudah dikembang di Amerika sejak 1993, namun di Indonesia baru diperkenalkan setahun terakhir, dengan didirikannya Pusat Studi Anti Aging (CSAAM) di Fakultas Kedokteran Unud. Lembaga ini menjadi satu-satunya pusat studi antipenuaan di Asia Tenggara dan mulai tahun ajaran mendatang, FK Unud juga akan membuka program pascasarjana (S2) Antiaging.

Program Pascasarjana Anti Aging FK Unud yang akan dipimpin Wimpie, juga akan bekerja sama dengan lembaga-lembaga serupa di Amerika seperti dengan American Academy of Anti-Aging Medicine (AAAM). Bahkan, pelopor anti-aging, Dr Robert M Goldman MD PhD, yang juga pimpinan AAAM akan menjadi salah seorang pengajar kehormatan. Begitu juga dengan Dr Michael Klentze MD PhD, pimpinan Europian Society Anti-Aging Research and Education, akan mengambil peran yang sama.

Menurut Wimpie, membuat Program Anti-aging di Indonesia sangat penting, karena di Indonesia jumlah orang berusia tua sudah semakin banyak, tetapi hidup mereka tidak berkualitas. Banyak kalangan eksekutif maupun legislatif yang sering capai, cemas, suka ngantuk saat sidang, sehingga menjadi kurang produktif. Begitu juga ibu-ibu yang memasuki usia 50 tahun, banyak yang menghadapi masalah dengan suaminya.

Seseorang sudah patut curiga bila mereka menemukan tanda-tanda penuaannya pada dirinya, seperti misalnya perut membesar. Orang yang perutnya besar bukan berarti dia tambah kaya, melainkan karena hormon testoterisnya menurun. Kalau ada yang mengeluh sakit tulang, jangan cepat-cepat menyimpulkan sebagai rematik, karena bisa juga karena menurunnya hormon. Penurunan hormon adalah salah satu penyebab cepatnya proses penuaan.

Dikatakan Wimpie, bila gejala-gejala penuaan mulai terasa, seseorang hendaknya segera melakukan terapi. Dan, lakukan terapi dengan cara yang benar dan sesuai yang dianjurkan dokter.

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: