Oleh: drahani | Maret 5, 2008

PENGOBATAN (FARMAKOTERAPI)

Informasi Umum

Penggunaan obat-obatan untuk menurunkan BB belum banyak dianjurkan oleh kebanyakan dokter, karena obesitas masih dianggap sebagai suatu penyakit yang diakibatkan oleh diri sendiri, belum lagi adanya penyalahgunaan amfetamin (preparat anti obesitas yang populer) setelah era tahun 1960-an. Namun akhir-akhir paradigma tersebut sudah banyak berubah, dengan banyak ditemukannya kelas-kelas terbaru dari obat-obatan penurun BB.  

Pemberian obat-obatan bila dikombinasikan dengan terapi tingkah laku (mengubah pola diet dan aktifitas fisik), dapat membantu pasien menurunkan BB sekaligus mempertahankannya minimal untuk satu tahun. Penelitian yang dilakukan di Inggris oleh University of York (dengan rekomendasi dari USA) juga menekankan hal tersebut, karena kebanyakan berat badan pasien meningkat kembali beberapa bulan setelah pengobatan, dengan demikian untuk mempertahankan penurunan BB yang telah dicapai dibutuhkan penatalaksanaan dan pemeliharaan jangka panjang.

Tiga prinsip mekanisme kerja obat-obatan untuk menurunkan BB atau mencegah peningkatan BB.

  • Mengurangi asupan energi
  • Mengurangi penyerapan makanan
  • Meningkatkan pembakaran energi

Mengurangi asupan energi

Obat-obatan ini bekerja sebagai penekan nafsu makan, yang disebut juga preparat, yang mempunyai efek neurotransmitter, seperti serotonin, yaitu suatu zat di otak yang dapat mempengaruhi persepsi orang terhadap rasa lapar (appetite suppresant).

Golongan ini mempunyai 2 kelas utama berdasarkan aktifitasnya, yaitu:

  1. Golongan Katekolaminergik, seperti  amfetamine, fenilpropanolamin 
  2. Golongan Seretonergik, seperti fenfluramine, dexfenfluramine, dan ‘antidepressant selective reuptake inhibitors (SSRIs)’, seperti fluoxetine and sertraline.

Mengurangi penyerapan lemak

Ditemukan obat-obatan yang menghambat kerja enzim di saluran cerna – salah satunya adalah menghambat penyerapan lemak, sehingga total kalori yang diserap tubuh dapat dikurangi. Orlistat (Xenical), adalah obat pertama dari kelompok obat-obatan penghambat enzim lipase pankreas dan lambung, yang bekerja lokal di saluran cerna. Dengan cara demikian, lemak sebesar 30% tidak diserap oleh tubuh, melainkan dieksresikan melalui feses.

Meningkatkan Pembakaran Energi

Energi dapat dibakar dengan melakukan aktifitas fisik atau merubah Tingkat Metabolik Basal (BMR) dengan melakukan perubahan pada sistem syaraf simpatik. Obat yang berefek pada BMR dan termogenesis ini, seperti zat beta agonist, BRL 26830A, masih dalam penyelidika

 

 Pembedahan

Bagi penderita obesitas parah (BMI > 40) dan penderita obesitas agak parah (>35) dengan komplikasi kesehatan (komorbiditas) yang serius, maka pembedahan dapat merupakan suatu pilihan. Pembedahan memang dapat menghasilkan penurunan BB dalam jumlah besar yang biasanya dapat dipertahankan selama > 5 tahun.

Pada awalnya, penurunan BB setelah pembedahan terjadi dengan cepat, selanjutnya bertahap secara perlahan sampai lebih dari 2 tahun.  Penurunan BB yang terjadi ini berbanding langsung dengan tingkat obesitas dan biasanya bervariasi antara 40 dan 60 kg.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: