Oleh: drahani | Maret 5, 2008

Penyakit Jantung Pun Mengancam Perempuan Muda

Penyakit jantung ternyata bukan cuma persoalan yang mungkin menghinggapi mereka yang berusia lanjut. Para muda belia juga berisiko terkena penyakit mematikan ini. Banyak faktor yang membuatnya begitu. Apa saja pencetusnya?

Santi Juwono terkena penyakit jantung koroner di usia 22 tahun gara-gara mengonsumsi pil KB tanpa pengawasan dokter. Pil KB yang rutin diminumnya untuk menghindari kehamilan pranikah itu justru membuat aliran darah ke jantungnya tersumbat. ”Rupanya, pil KB telah membuat dominan kadar hormon androgen dalam tubuhnya hingga mengganggu fungsi jantung gadis tersebut,” ungkap dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Ronally Rasmin, yang merawat Santi.

Di usia semuda Santi, semestinya serangan jantung jarang terjadi. Sebab, ada hormon estrogen — hormon khas perempuan — yang melindungi. ”Namun, begitu ada intervensi, kerusakan organ pun terjadi. Proses penuaan organ berlangsung lebih cepat dari seharusnya,” jelas Ronally.

Selain faktor penyalahgunaan obat, serangan jantung pada perempuan muda bisa pula terjadi akibat gaya hidup tak sehat. Merokok, terutama. ”Remaja putri masa kini lebih banyak yang berisiko terkena penyakit jantung karena jamak yang menjadi pecandu rokok,” ujar Ronally, penanggung jawab klinik Yayasan Jantung Indonesia.

Bagaimana dengan perokok pasif? Meskipun tidak merokok, mereka juga menanggung dampak buruk akibat asap rokok yang disemburkan orang lain. ”Pasien usia muda yang mengalami masalah jantung akibat rokok trennya kini meningkat.”

Sejauh ini, data resmi mengenai jumlah pengidap penyakit jantung dari kelompok usia muda memang belum ada. Namun, dari pasien yang datang ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Budhi Asih, Jl Dewi Sartika, Jakarta Timur, Ronally bisa memberi gambaran. ”Dari 10 pasien yang dirawat, semuanya terkena dampak rokok. Sebanyak 10 sampai 20 persen di antaranya adalah perempuan muda.”

Selain merokok, kebiasaan mengonsumsi makanan berkolesterol tinggi pun berperan dalam meningkatkan risiko penyakit jantung pada perempuan muda. Biasanya, penganan tersebut didapat dari jajanan yang digoreng memakai minyak jelantah. ”Makanan yang dimasak dengan minyak yang telah berulang kali dipanaskan mengandung lemak jenuh yang berpotensi melonjakkan kadar kolesterol dalam darah,” tutur Ronally.

Faktor kegemukan juga merupakan salah satu pengganggu kesehatan jantung yang kerap diremehkan orang. Sebagian perempuan muda berpikir, kegemukan dapat diatasi dengan berdiet saja. Padahal, sesungguhnya mereka sedang berada pada masa yang mencemaskan. ”Bisa jadi, dalam tubuhnya tengah terjadi ketidaklancaran sirkulasi darah, pembuluh darahnya menyempit,” tutur dokter yang praktik di RSUD Budhi Asih ini.

Penyempitan pembuluh darah dapat terjadi dan mempengaruhi organ manapun. Ketika penyempitan terjad pada pembuluh darah di paru-paru, organ pernapasan inilah yang lebih dulu merasakan dampaknya. Begitu menimpa pembuluh darah di usus, keluhan gastritis akan mencuat. ”Sedangkan jika ada penyempitan di aliran darah ke otak, pasien bisa stroke.”

Perempuan muda perkotaan sebaiknya juga lebih mawas diri terhadap kemungkinan penyakit jantung. Terlebih, mereka cenderung kurang aktif bergerak. Sehari-hari, memeras otak namun mereka jarang mempekerjakan ototnya. ”Tidak rutin berolah raga membuat stamina lebih cepat drop,” kata anggota American Heart Association ini.

Rutinitas keseharian yang kurang menyehatkan tadi diperburuk pula oleh tekanan psikologis yang saban hari mendera perempuan muda di perkotaan. Stres menghadapi tenggat dan biaya hidup yang tinggi tak bisa diremehkan perannya dalam mengganggu kesehatan tubuh, termasuk jantung. Dari situ terlihat betapa faktor internal dan eksternal menggerogoti kondisi tubuh secara sistematis.

Serangan
Serangan jantung umumnya terjadi di pagi hari. Pukul empat dini hari hingga pukul 10 pagi adalah periode waktu yang harus diwaspadai. ”Selama itu, pembuluh darah sedang menyempit,” ungkap Ronally.

Namun, serangan jantung tidak terjadi begitu saja. Selalu ada pencetusnya. Bisa jadi karena stres. ”Paling sering karena over excercise. Fisik yang tidak terlatih tiba-tiba beraktivitas berlebih merupakan pemicu utama,” tutur dokter yang memimpin bagian pendidikan dan latihan di RSUD Budhi Asih ini. Apa yang dapat orang sekitar lakukan saat berhadapan dengan orang yang terkena serangan jantung? Sayangnya, tak banyak yang dapat diperbuat. Meski begitu, pertolongan yang tepat pada tiga jam pertama pasca serangan sangat berperan dalam menyelamatkan nyawa.

Jadi, cobalah untuk tidak panik dan segera panggil tenaga medis. Sambil menunggu, bantu orang dekat Anda yang mengalami serangan jantung itu untuk mendapatkan oksigen dengan melepaskan ikat pinggang atau syal yang mungkin melilit di lehernya. ”Tak perlu diberi minyak angin di dahi atau dadanya,” ucap alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.

Cara deteksi
Dengan pola hidup yang dijalani kebanyakan perempuan muda saat ini, memang agak sukar mendeteksi kemerosotan fungsi jantung secara alamiah. Lain halnya pada mereka yang rajin berolah raga, cara mendeteksinya lebih gampang. ”Sebab, mereka bisa dengan mudah mengenali kemunduran fisiknya,” kata Ronally yang tiap pekan memberikan ceramah kesehatan jantung ke berbagai daerah.

Pada usia muda, penyakit jantung biasanya datang tanpa keluhan berarti. Tetapi, segelintir petunjuk tubuh yang terlihat remeh bisa membantu Anda mengenali seberapa prima kesehatan Anda. Coba ingat, apakah selagi masih berseragam sekolah Anda termasuk yang tak tahan berdiri lama mengikuti upacara? Anda suka menginjak kaki kiri dan kanan secara bergantian, seolah tidak kuasa lagi berdiri tegak? ”Ini menandakan adanya gangguan pembuluh darah di kaki.”

Waspada pula jika suatu saat Anda menemui diri tak lagi mampu menyamai rekan sebaya di kegiatan yang melibatkan aktivitas fisik. Misalnya, ketika gedung empat lantai dapat didaki dengan mudah oleh teman seusia sementara Anda tergopoh melakukannya. ”Ini pertanda paling mudah untuk mengenali kemunduran fungsi jantung,” ucap pria kelahiran Jakarta, 14 Juni 1961.

Pada perempuan muda dengan penyakit diabetes melitus, kemerosotan kesehatan jantung kerap terjadi dengan tanda yang khas. Mereka biasanya mengalami nyeri dada sebagai tanda kerasnya upaya jantung memompa darah. ”Sedangkan yang tidak terkena kencing manis, sistem tubuh yang terganggu akan terlihat dari perilaku gampang capek dan sesak.” Nah, sekarang cermati diri Anda. Pernahkah merasakan gejala-gejala itu?

Pola Hidup Sehat, Harus Itu!

Menjalankan pola hidup sehat dan mengubah paradigma tentang kehidupan adalah jurus penting untuk menangkal penyakit jantung. Lakukan itu berbarengan dengan pemantauan kadar kolesterol secara berkala. ”Perempuan muda perlu menjalani pemeriksaan darah rutin setiap kali berulang tahun dan mengendalikan berat badannya,” kata dr Ronally Rasmin SpJP.

Ia juga menyarankan agar masyarakat kembali ke pola makan sehat. Konsumsi sayur dan buah-buahan dalam jumlah yang cukup, sangat baik untuk kesehatan tubuh secara menyeluruh. ”Seperti orang kampung ya, tetapi itulah yang bagus untuk tubuh,” celetuk dokter yang rutin mengikuti pengajian Ahad pagi di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta Pusat ini.

Selain itu, kata Ronally, kebersamaan antara orang tua dan anak pun merupakan hal yang sangat penting untuk menyelamatkan kehidupan anggota keluarga. Tanpa ikatan emosional yang kuat antaranggota keluarga, sulit untuk memelihara kesehatan jantung. ”Anak bisa merokok dini tanpa ketahuan dan makan junk food secara tak terkendali. Lalu, saat memasuki masa kerja, tiba-tiba terkena serangan jantung.” Bukan sesuatu yang Anda harapkan terjadi pada keluarga, kan?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: