Oleh: drahani | Maret 5, 2008

UU Pemilu Untungkan Golkar dan PDIP

JAKARTA. Direktur Center for Electoral Reform (Cetro), Hadar N Gumay, mengatakan, materi UU Pemilu 2009 yang disahkan pada Sidang Paripurna DPR hanya akan menguntungkan partai besar saja. Partai yang diuntungkan adalah Partai Golkar (PG) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

”Dari simulasi yang Cetro telah lakukan, partai politik (parpol) besar akan banyak menangguk suara dalam Pemilu 2009. Parpol seperti Golkar dan PDIP nantinya akan mendapat lonjakan suara yang cukup signifikan,” kata Hadar Gumay, di sela Sidang Paripurna RUU Pemilu 2009, di Gedung DPR, Jakarta,.

Menurut Hadar, dari simulasi Cetro dengan data menggunakan data perolehan suara di Pemilu 2004, maka pada Pemilu 2009, Partai Golkar yang tadinya mendapat 127 kursi di DPR akan melonjak menjadi 154 kursi. Sementara PDIP yang mendapat 109 kursi di Pemilu 2004, nantinya akan bertambah menjadi 125 kursi. Sedangkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) perolehan kursinya juga akan naik, dari 52 kursi menjadi 54 kursi. Sedangkan PKS dari 45 kursi menjadi 46 kursi.

Namun nasib sial menghampiri sisa parpol lainnya. Sebagai imbas dimenangkannya materi voting dari Partai Golkar cs itu, maka kursi mereka diprediksi bakal turun pada Pemilu 2009. Partai Demokrat diprediksi akan kehilangan satu kursi, yakni 56 kursi menjadi 55 kursi. Sedangkan, perolehan kursi Partai Amanat Nasional (PAN) akan turun cukup drastis dari 53 kursi akan menjadi 47 kursi.

Bagaimana kursi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Bulan Bintang (PBB)? Hadar mengatakan perolehan PPP stagnan. Perolehan kursi PPP tetap 58 kursi. Sedangkan PBB dari 11 kursi menjadi 1 kursi. PBR malah kehilangan seluruh kursinya yang pada Pemilu 2004 memperoleh 14 kursi. Meski begitu, Ketua Partai Bulan Bintang (PBB), Ali Muchtar Ngabalin, mengatakan partainya cukup puas dengan hasil materi voting RUU Pemilu 2009 itu. Keinginan pihaknya agar demokrasi di Indonesia dijalankan secara lebih baik dapat ditampung di dalamnya.

”Kami puas dengan materi UU Pemilu kali ini. Ada kesadaran bahwa kita tengah membangun sistem kepartaian secara lebih demokratis. Apalagi keinginan atau target kami bisa ikut lagi pemilu bisa tercapai. Ke depan kami optimistis akan menuai sukses di Pemilu 2009,” tegas Ali Muchtar.

Pemerintah tak kecewa

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Mardiyanto, mengatakan tidak kecewa atas hasil voting RUU Pemilu 2009. Dia pun tidak mempersoalkan ketika pemerintah meminta agar menunda sejenak acara sidang paripuna karena ada perintah dari Presiden Susilo Bambang Yudhono untuk melakukan konsultasi.

”Konsultasi kan bisa lewat telepon atau lisan, tidak ada masalah kalau saya diputus pidatonya di tengah jalan atau di awal pembacaan tanggapan pemerintah atas RUU Pemilu,” kata Mendagri. Mendagri menjelaskan, ada dua esensi dari materi voting yang tidak sejalan dengan usulan pemerintah itu. Pertama adalah materi pemerintah tujuannya untuk mendekatkan konstituen dengan parpolnya. Kedua adalah materi pemerintah untuk membentuk kadar keterwakilan pada wilayah. ”Walaupun ini tidak tecapai dalam voting DPR, pemerintah hormati keputusan itu,” kata Mendagri.

Namun sikap menghentikan pidato itu dikecam sejumlah anggota DPR. Ketua FPDIP, Tjahjo Kumolo, mengatakan pihaknya kecewa karena pemerintah terlihat gamang dalam paripurna. ”Pemerintah tidak kompak dan terlihat ketakutan. Presiden pasti keberatan (soal materi voting) dan ini sangat disayangkan,” katanya.

Sementara Ketua FPKB, Effendy Choirie, menambahkan dengan terputusnya tiba-tiba pidato Mendagri menggambarkan ketakutan pemerintah akan materi voting DPR yang diluar rencana mereka. ”Presiden dibayangi ketakutan karena bisa tidak dipilih lagi,” katanya

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: