Oleh: drahani | Maret 17, 2008

Rapimcab PPP Rekomendasikan Dodi Rosady dan Ahmad Baedowi

Teka-teki siapa kandidat Walikota Bogor yang akan diusung Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Bogor dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) bulan Oktober 2008 mendatang, tidak lama lagi segera terjawab.
Hal tersebut setelah digelarnya Rapat Pimpinan Cabang (Rapimcab) partai berlambang Kabah di Hotel Mirah Bogor, Minggu (13/1/2008) kemarin. Rapat yang dihadiri tujuh ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) PPP se-Kota Bogor dan jajaran Pengurus Harian (PH) DPC PPP itu, mayoritas mengajukan nama Dodi Rosady (Sekretaris Daerah Kota Bogor) dan Ahmad Baedowi (Ketua DPC PPP Kota Bogor).

Selanjutnya, dua nama yang direkomendasikan Rapimcab tersebut akan diajukan ke Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Jawa Barat untuk mendapat persetujuan dan pengesahan. Sebelumnya, empat balon yang melamar ke PPP untuk diusung menjadi calon walikota diwajibkan memaparkan visi dan misinya di hadapan peserta rapimcab. Setelah itu, para Ketua PAC memberikan pandangannya terhadap visi dan misi para balon. Hasilnya, mayoritas Ketua PAC mengajukan nama Ahmad Baedowi dan Dodi Rosady untuk dicalonkan sebagai Walikota Bogor dari PPP.

Menurut Ahmad Baedowi, Ketua DPC PPP, Rapimcab merupakan amanat Surat Keputusan DPP PPP Nomor 164 tahun 2007 tentang petunjuk pelaksanaan penetapan calon gubernur/wakil gubernur, bupati/wakil bupati, walikota dan wakil walikota.
Tapi jauh hari sebelum Rapimcab ini dilaksanakan, secara rahasia kami telah melakukan jejak rekam para balon (bakal calon-Red). Semua yang berkaitan dengan balon, kami selidiki, baik dari aspek keluarga, kemampuan finansial, dan sisi hukum, jelas Baedowi.
Dari jejak rekam tersebut, lanjut Baedowi, hasilnya dilaporkan ke DPW PPP Jabar untuk menjadi salah satu bahan pertimbangan.

Kata Ketua DPC PPP, dari empat balon yang mendaftar dalam penjaringan, yakni Tubagus Imron (pengusaha), Erik Irawan Suganda (Bendahara DPC PPP), Dodi Rosady (Sekdakot Bogor), dan Ahmad Baedowi (Ketua DPC PPP), semuanya tidak ada yang tersangkut kasus hukum. Saya secara diam-diam datang ke kejaksaan untuk menelusuri catatan hukum para balon. Alhamdulillah, semuanya bersih. Pak Imron, Pak Erik, Pak Dodi, dan juga saya tidak pernah bermasalah dengan hukum, papar Baedowi.

Sementara, mengenai tim-tim, seperti Tim Sembilan atau Tim Enam, dengan terbitnya SK 164 dan dilaksanakannya Rapimcab, maka dengan sendirinya teranulir. Tim-tim yang dibentuk dulu sudah tidak ada lagi, tandasnya.
Sementara itu, Hasan Zaenal Abdidin, EZ, Koordinator Wilayah PPP daerah Bogor mengemukakan, hasil Rapimcab nantinya akan dibahas oleh DPW PPP Jabar untuk disahkan.

Hasil Rapimcab ini besok pun langsung di bawa ke Bandung (DPW PPP-Red). Supaya segera diproses melalui rapat DPW. Dari dua nama diusulkan, hanya satu orang yang akan disetujui DPW untuk mendapat rekomendasi dalam pencalonan walikota, kata Rois, panggilan akrab Wakil Ketua DPW PPP Jabar itu. Di lain pihak, para Ketua PAC PPP menilai empat figur yang mengikuti penjaringan balon walikota, layak untuk diusulkan. Namun, mereka harus memilih dua dari empat. Berdasarkan berbagai pertimbangan dan parameter rasional, maka dua nama yang dinilai paling tepat direkomendasikan adalah Dody dan Baedowi.

Pak Dody mempunyai kapasitas memimpin Bogor, karena latar belakangnya sebagai birokrat. Dan secara histori, dia pun mempunyai hubungan dengan PPP. Orang tuanya juga bekas anggota Dewan dari PPP. Dan Pak Baedowi adalah Ketua DPC, jadi layak baginya untuk diajukan, ungkap Effendy JP, Ketua PAC PPP Tanah Sereal.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: