Oleh: drahani | Maret 17, 2008

Walikota Bogor dan Sekda Bogor Balon PDIP

Walikota Bogor Diani Budiarto, Kepala Badan Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai (BP4) Kota Bogor Syaiful Anwar, Sekretaris Daerah Kota Bogor Dody Rosadi dan pengusaha Teddy Sastra masuk dalam penjaringan bakal calon (Balon) walikota dan wakil walikota Bogor dari PDI Perjuangan.

Penjaringan nama-nama Balon dilakukan dalam rapat kerja cabang khusus (Rakercabsus) PDI Perjuangan Kota Bogor di Gedung Wanita Kota Bogor, Kamis.

Selain empat nama tersebut, terjaring juga sembilan kader PDI Perjuangan di antaranya, Wakil Ketua DPC PDIP Kota Bogor Tb Rafli Mukti, Wakil Ketua DPC PDI Kota Bogor Taufik Kusnun, Wakil Ketua DPC PDIP Kota Bogor, John Lahay serta Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Lismo Handoko.

Rapat dipimpin oleh tiga orang Wakil Ketua DPD PDIP Jawa Barat, Syarif Bastaman, Andreas Pareira dan Muhammad Sahid.

Syarif Bastaman mengatakan, penjaringan nama Balon walikota dan wakil walikota didasarkan pada aturan SK DPP PDIP No. 024 tahun 2005. Dalam SK tersebut, balon walikota dan wakil walikota diusulkan oleh pengurus kecamatan di kota yang bersangkutan minimal empat nama.

Berdasarkan usulan tersebut direkapitulasi dan hasilnya ada 13 nama baik kader maupun tokoh masyarakat.

“Nama-nama itu akan diverifikasi oleh tim dari DPD dan DPC untuk menanyakan kesediaannya, kemudian dikirim ke DPP untuk diseleksi,” katanya.

DPP PDIP akan melakukan pemanggilan Balon dan survei oleh lembaga survei independen. Hasilnya, kemudian diseleksi oleh DPP untuk ditetapkan sebagai balon tetap walikota dan wakil walikota Bogor.

“Nantinya, keputusan dari DPP bisa satu nama, bisa dua nama berpasangan, dan bisa dua nama tidak berpasangan,” katanya.

Dua nama kader PDIP yang masuk dalam penjaringan, John Lahay dan Taufik Kusnun menyatakan kesediannya diverifikasi dan mengikuti proses seleksi. “Ini `kan baru tahap awal panjaringan, kita ikuti saja nanti prosesnya seperti apa,” kata John Lahay.

Sebelum Rakercabsus, ada kader PDIP yang meminta kesediaan Walikota Bogor Diani Budiarto untuk dicalonkan PDIP menjadi Balon walikota.

Menurut Bastaman, hal itu baru permintaan kesediaan berdasarkan pendekatan silaturrahmi, tapi prosedur resmi akan dilakukan seleksi melalui DPP.

“Siapa pun yang terpilih dari hasil survei dan seleksi akan diusung menjadi calon walikota atau calon wakil walikota. Karena, PDIP akan mencalonkan pemimpin masyarakat bukan untuk calon ketua partai, sehingga proses seleksinya juga berbeda,” katanya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: