Oleh: drahani | Maret 25, 2008

Mengoptimalkan Layanan Kesehatan di Kota Bogor

Kesehatan adalah faktor yang sangat penting guna menunjang berbagai aktivitas sosial masyarakat. Karena dengan bermodal tubuh yang sehat, seseorang tentunya dapat menjalankan berbagai aktivitas secara maksimal. Selain itu, di samping manfaat secara personal, faktor kesehatan masyarakat ternyata merupakan standar dalam menentukan dinamika dan tingkat kesejahteraan masyarakat. Hal ini dikarenakan kesehatan adalah unsure yang tidak dapat lepas dari bidang-bidang lain seperti dalam bidang pendidikan, ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Contohnya dalam bidang pendidikan. seseorang tentunya tidak akan dapat menempuh suatu proses pendidikan secara maksimal apabila tidak di dukung oleh kondisi tubuh yang sehat, baik secara fisik ataupun asupan gizi yang memadai. Didalam pendidikan faktor kesehatan secara fisik tentunya berperan agar seseorang dapat menerima proses pembelajaran secara maksimal, sedangkan kesehatan gizi sangat mempengaruhi tingkat kecerdasan dan intelektual. Oleh karena itu, masyarakat yang sehat tentunya akan berdampak terhadap masyarakat yang memiliki kualitas secara pendidikan.

Sedangkan kaitan kesehatan dengan bidang ekonomi adalah. Aktivitas seseorang dalam rangka memenuhi kebutuhan ekonomi seperti menjalankan pekerjaan, tentunya sangat membutuhkan suatu kondisi fisik yang prima, karena suatu pekerjaan tentunya akan membutuhkan suatu energi yang memadai guna menunjang kekuatan tubuh dan daya fikir. Apabila seseorang tidak sehat, tentunya dapat dipastikan orang tersebut tidak akan dapat menjalankan pekerjaan secara baik, yang tentunya akan mempengaruhi ekonomi di keluarga. Apabila banyak masyarakat Indonesia yang tidak sehat, maka akan banyak pula perekonoian masyarakat yang akan terlantar, sehingga mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat secara umum.

Menurut dr. Ahani, “kesehatan merupakan faktor yang sangat urgen dalam tatanan kehidupan bermasyarakat, hal ini dikarenakan kesehatan adalah elemen dasar yang dapat menunjang berbagai elemen lain, seperti pendidikan dan ekonomi”. Oleh karena itu, terciptanya sistem kesehatan terpadu tentunya harus menjadi fokus utama pemerintah, baik tingkat pusat ataupun daerah. “Hal ini menjadi penting, mengingat budaya hidup sehat dalam diri masyarakat Indonesia masih sangat kurang”, tambahnya.

Layanan Kesehatan di Kota Bogor

Sebagai kota yang dapat tergolong asri, dimana masih banyak di hiasi berbagai jenis tanaman dan tumbuhan, Kota Bogor tentunya masuk dalam katagori Kota Sehat, karena tingkat polusi yang berdampak negatif terhadap kesehatan dapat di minimalisir dengan banyaknya pepohonan. Tetapi pada sisi lain, curah hujan yang tinggi hingga Bogor di sebut sebagai Kota Hujan tentunya dapat menjadi ancaman tersendiri bagi munculnya berbagai macam jenis penyakit. Apabila hal ini tidak di antisipasi sedini mungkin, maka akan sangat mungkin masyarakat Bogor terkena berbagai penyakit.

Adapun proses antisipasi yang harus dilakukan oleh pemerintah menurut dr. Ahani adalah, “bagaimana pemerintah Kota Bogor dapat meningkatkan layanan kesehatan secara terpadu kepada masyarakat Bogor”. Hal ini dapat di mulai dengan mengoptimalkan berbagai fasilitas layanan kesehatan masyarakat. Yaitu, dengan meningkatkan fungsionalitas fasilitas layanan kesehatan, tenaga kesehatan, system administrasi, dan ketersediaan obat-obatan yang memadai, jelasnya.

Dan yang tidak kalah pentingnya ungkap dokter RS. PMI ini adalah, “menciptakan suatu sistem layanan kesehatan terpadu yang harus di motori oleh pemerintah Kota Bogor, di mana sistem tersebut lebih mengedepankan aspek Preventive dari pada aspek Curative”. Masih menurutnya, selama ini proses layanan kesehatan masyarakat di Indonesia adalah 90% kuratif dan 10 % preventive, padahal yang ideal adalah sebaliknya, yaitu 10% kuratif dan 90% kuratif. Aspek Preventive atau pencegahan merupakan suatu upaya yang sistematis dalam rangka mencegah munculnya berbagai jenis penyakit, dimana sikap hidup masyarakat harus di arahkan untuk dapat memiliki cara hidup sehat, yaitu kesehatan pribadi dan lingkungan. Apabila tingkat Preventive semakin di dorong oleh pemerintah, tentunya cost kesehatan bagi penanganan penyakit dapat di minimaliris. Sehingga anggaran kesehatan dapat di alokasikan untuk aspek lain, seperti pendidikan, dan menciptakan lapangan pekerjaan.

Kesehatan Sebagai Agenda Politik

Mengingat dalam waktu dekat, Kota Bogor akan mengadakan Pilkada sebagai moment politik lokal, dr. Ahani mengungkapkan pentingnya aspek kesehatan menjadi bagian agenda politik dari para calon kepala daerah. “Karena momentum Pilkada ini merupakan awal dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Kota Bogor di masa depan, imbuhnya. Karena bagaimanapun, Pemerintah Kota merupakan regulator berbagai kebijakan yang menyangkut kesehatan masyarakat, paling tidak, apabila para calon kepala daerah memiliki agenda politik yang jelas mengenai kesehatan masyarakat, hal ini dapat menjadi harapan bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Bogor, tambahnya.

Sebagai dokter yang telah lebih dari 25 tahun mengabdikan diri dalam bidang kesehatan, dr. Ahani menyatakan kesiapannya apabila dilibatkan dalam proses penciptaan suatu layanan kesehatan masyarakat terpadu. Karena dengan kemampuan dan pengalaman yang di miliki nya, dr. Ahani ingin memberikan kontribusi kepada masyarakat Bogor. Dalam pandangannya, politik atau kekuasaan merupakan salah satu cara yang ada di negara ini untuk melakukan pembangunan masyarakat. Ketika ditanyakan mengenai kesiapannya untuk terjun dalam politik dan kekuasaan, dr. Ahani menegaskan, “apabila ternyata itu merupakan jalan agar saya dapat berbuat lebih banyak terhadap masyarakat Kota Bogor, Ia menjawab, kenapa tidak”, yang terpenting adalah tujuan awal saya, yaitu, meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat bogor, tambahnya.

Profil dr. Ahani. Sp.PD

Riwayat Pendidikan

  • SDN Pejompongan Pagi II, Lulus tahun 1965
  • SMPN 14 Jakarta, Lulus tahun 1968
  • SMAN 1 Budi Utomo Jakarta, Lulus tahun 1971
  • Fakultas Kedokteran UI, Lulus sebagai dokter tahun 1978
  • Spesialisasi Penyakit Dalam FKUI, Lulus tahun 1990
  • Kursus Anti Aging, Bersertifikat 2008

Kegiatan Organisasi

  • Ketua PERSADIA Cabang Bogor, tahun 1996-2008
  • Bendahara PAPDI Cabang Bogor, tahun 2004-sekarang
  • Ketua IX PB KPPRI

Alamat Praktek :
Jl. Bangbarung 2
Ruko Villa Indah Padjajaran, Kota Bogor
Telp : 0251 – 363777

Layanan & Konsultasi :

  • Apotek
  • Obesitas
  • Diabetes
  • Anti Aging

Alamat Praktek II :
Rumah Sakit PMI Bogor
Jl. Pajajaran No. 80 Kota Bogor
Telp : 0251 – 324080

Alamat Praktek III :
Rumah Sakit Ibu dan Anak Hermina Kota Bogor

 

 

 

     


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: